Hiburan

Djoerig Salawe Film Komedi Horor Pencarian Nomor Togel

BisnisExpo.com Jakarta – JURIG atau Djoerig sudah banyak dipahami sebagai makhluk halus yang biasa diucapkan orang Sunda. Jurig juga adalah memedi atau setan secara umum. Penampakannya bisa juga berupa pocong. Di daerah Iain ada yang menyebut kuntilanak, kuyang, wewe gombel, leak, jenglot, genderuwo dan lain sebagainya.

Semua makhluk halus ini disebut ’jurig’. Semua wujud memedi atau setan ini, warga Sunda menyebutnya Jurig. Sementara kata ’Salawe’ berarti ‘duapuluh lima’ atau ’dua lima’.

’Setan Duapuluh Lima’ tentu tidak diartikan harafiah demikian. Duapuluh lima adalah angka togel (toto gelap) yang keluar dari undian atau nomor yang dipasang dalam permainan atau perjudian pada masanya. Di tahun 1970-1980-an, togel menjadi salah satu cara mendapatkan hadiah uang. Dan banyak cara memenangkan undian tersebut. Diantaranya melalui tanda-tanda yang ditemui seseorang.

Kadang yang tak terbiasa menganggapnya ada sedikit ’kegilaan’ dari permainan togel ini. Mimpi saja bisa diterjemahkan menjadi angka-angka yang harus dipasang dan bakal keluar. Bahkan nomor mobil Iewat di depan mata dan berasa ada feeling bisa dipasang jadi angka togel. Bahkan ucapan orang gila pun dipercaya bakal menjadi angka togel yang Iayak dipasang.

Di film Djoerig Salawe, komunikasi atau perantara melalui memedi (jurig) menjadi cerita film. Pada masanya. berburu jurig yang mau memberi nomor undian, juga lazim dilakukan. Salah satu tokoh dalam film Djoerig Sa|awe mengalami kejadian nyata. Bahkan keluarganya, bisa memenangkan permainan togel berkaIi-kali. Jurig menjadi perantaranya. Duapuluh lima adalah angka pertama yang memenangkan sang tokoh ini permainan togel. Kisah nyata ini yang dilayar filmkan!

Djoerig Salawe merupakan komedi horor yang kisahnya terinspirasi dari peristiwa nyata di tahun 1980an. Peristiwa meminta nomor kepada jurig dialami oleh sang tokoh dan keluarganya. la bisa memenangkan permainan togel hingga enam kali. Banyak yang tidak percaya, tapi Iebih banyak orang lain memilih jalan yang sama bisa mendapatkan nomor permainan (togel) melalui peratara jurig atau memedi. Bisa enam kali menang permainan togel adalah kejadian langka dan (kadang) sulit dipercaya.

Kenapa judul film pakai ejaan lama ’Djoerig’ bukan ’jurig’?

Selain seksi penggunaan kata Djoerig dengan menggunakan ejaan lama, juga mereferensi peristiwa atau kejadian yang dialami sang tokoh. Togel atau toto gelap populer di tahun 1970-an. Di tahun 1978 itulah kejadian nyata ini terjadi. Di akhir tahun 1970an itulah setting cerita film ini berlangsung. (Mona)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *