Nasional

G20, Momentum Indonesia Dapatkan Kepercayaan Internasional

BisnisExpo.Com Jakarta – Indonesia harus memanfaatkan peluang Presidensi G20, karena momentum ini merupakan kesempatan untuk memperoleh kredibilitas atau kepercayaan masyarakat internasional dalam memimpin pemulihan global.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat Kuliah Umum Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 63 dan 64 Tahun 2022 Lemhannas RI di Ruang Auditorium Gajah Mada, Lemhannas RI, Selasa (7/6/2022).

“G20 adalah momentum bagi Indonesia untuk memperoleh kredibilitas atau kepercayaan masyarakat internasional dalam memimpin pemulihan global. Selain itu, kita optimalkan Presidensi G20 untuk menciptakan efek ganda bagi Indonesia, antara lain dengan menunjukkan bahwa ‘Indonesia is open for business’ sehingga Presidensi G20 dapat membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Wapres.

Di tingkat global, Indonesia telah menorehkan catatan yang historis dan monumental, antara lain, penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, dan pengakuan atas rezim negara kepulauan dalam Konvensi Hukum Laut PBB 1982.

“Tahun ini kita memegang Presidensi G20, dan tahun depan kita akan menjadi Ketua ASEAN,” lanjut Wapres RI.

Pengakuan atas peranan Indonesia di dunia antara lain berkat kemampuan Pemerintah Indonesia untuk menjadi penghubung (bridge builder) yang dilandasi pada ketulusan dan netralitas, dalam semangat mewujudkan cita-cita sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Politik luar negeri bebas aktif senantiasa menjadi modal awal yang memandu langkah Indonesia dalam hubungan antarbangsa.

“Namun patut diingat, pengakuan yang didapatkan Indonesia atas kiprah di luar negeri tidak mungkin tercapai tanpa kita membenahi urusan dalam negeri kita terlebih dahulu, yaitu dengan memperbaiki ekosistem politik, ekonomi, dan sosial budaya,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Seperti halnya bangsa-bangsa lain di dunia, Indonesia sedang berupaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS, secara year on year, pada triwulan IV-2020 pertumbuhan ekonomi domestik minus 2,17%. Namun pada triwulan IV-2021, kondisi membaik di mana ekonomi nasional tumbuh 5,02%, dan masih bertumbuh ke arah positif di triwulan I-2022 sebesar 5,01%.

“Proses pemulihan ekonomi dan kesehatan global berlangsung saat peperangan pecah antara Rusia dan Ukraina,” lanjut Wapres.

Kondisi ini berdampak pada perlambatan ekspor dan kenaikan inflasi akibat melonjaknya harga komoditas global, yaitu pangan, energi dan pupuk. Percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara juga berdampak pada ketidakpastian pasar keuangan global.

Di tengah berbagai tantangan global inilah, Indonesia mengambil alih estafet kepemimpinan G20 untuk pertama kalinya. Tahun 1999, G20 dibentuk untuk mencari solusi ketika dunia dilanda krisis ekonomi. Kini, Indonesia memegang Presidensi G20 yang bertujuan untuk memperkuat konsultasi dan kerja sama dalam rangka menjawab krisis akibat pandemi dan peperangan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Lemhannas RI, Andi Widjajanto menyampaikan mengenai fokus Lemhannas RI pada lima bahasan yaitu tentang ekonomi hijau, ekonomi biru, transformasi digital, konsolidasi demokrasi, dan juga ketahanan ibukota nusantara.

Selain itu, sesuai dengan arahan Wapres Ma’ruf Amin, Lemhannas RI juga berfokus pada kajian mengenai Papua yang terkait ekonomi hijau, ekonomi biru, transformasi digital, dan demokrasi untuk Papua.

“Diharapkan dengan arahan Bapak Wapres, komitmen kita untuk membangun Papua yang damai, Papua yang sejahtera,” kata Andi.

Lebih lanjut, kajian-kajian ini bisa dijadikan dasar untuk membuat kebijakan bagi pemerintah selanjutnya.