ُ
اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ
Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.
BISNIS EXPO — Toko Alhamd Carpet di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan bukan sekadar tempat usaha biasa. Lokasi tersebut telah menjadi Saksi ratusan kali khataman AlOur’an, dzikir, dan tausiyah yang dipimpin para ulama dan masyaikh dari berbagai daerah di Indonesia. Di tempat yang disebut sebagai lokasi penuh keberkahan itu, Ustazah Bahijah Hamid kembali memimpin Khatmul
Our’an yang dipersembahkan untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto Hafizhahullah, jajaran pemerintahan, serta keselamatan dan kesejahteraan Indonesia. Kegiatan ini bukan yang pertama kali digelar. Pada tanggal 17 Oktober 2025 lalu, bertepatan dengan hari kelahiran Presiden, doa bersama dan sholawat telah dipanjatkan sejak sebelum matahari terbit sebagai bentuk dukungan spiritual terhadap kepemimpinan nasional.
Inisiatif tersebut berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya kekuatan doa dalam perjalanan bangsa. Bersama Majelis Ta’lim Daruttagwa dan tokoh masyarakat, kegiatan khataman Al-Our’an dijadikan sarana memohon perlindungan Allah SWT bagi negeri. Menurut Ustazah Bahijah Hamid, Al-Our’an adalah sumber keberkahan dan petunjuk hidup. Dengan memperbanyak tilawah dan khataman, diharapkan keberkahan itu turun kepada bangsa dan para pemimpinnya.
la juga menegaskan bahwa doa untuk Presiden dan negara merupakan kewajiban seluruh rakyat. Pemimpin memikul amanah yang sangat berat, sehingga dukungan spiritual dari masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan khataman Al-Our’an, tetapi juga dzikir, istighfar, dan sholawat.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk munajat agar Indonesia dijauhkan dari musibah, bencana, serta perpecahan.
Ustazah Bahijah Hamid juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan meluas ke berbagai daerah.
Harapannya, melalui doa dan khataman Al-Our’an yang terus dilakukan, Indonesia dapat menjadi negeri yang aman, tenteram, dan makmur, serta para pemimpinnya diberi kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan amanah.
Kegiatan di Radio Dalam tersebut kembali menegaskan bahwa kekuatan spiritual tetap menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan harapan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

