Nasional

Umrah Ditunda, Patuna Minta Calon Jamaah Tidak Minta Pembatalan dan Refund

BisnisEzpo.com Jakarta – Menyusul tentang pemberhentian sementara untuk kunjungan ke Arab Saudi. Drs. H. Syam Resfiadi, Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) menjelaskan akan ada PPIU Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah yang akan bangkrut bila calon Jamaah Umrah meminta Refund atau Pengembalian uang yang disetorkan karena adanya kebijakan penundaan pelaksanaan Ibadah Umrah oleh Pemerintah Arab Saudi.

Patuna sendiri mencatat sekitar 600 jemaah yang terdaftar sejak februari dan sudah dibayarkan depositnya.

Syam minta Jamaah mengerti dan memahami situasi bahwa uang tersebut telah dikeluarkan untuk biaya operasional dari paket umroh yang telah dipesan.

“Refund adalah hak dari para jamaah dan kami menghomatinya.”jelas Syam.

“Apabila calon Jamaah tidak melakukan reschedule dan meminta Refund atau uangnya di kembalikan, pasti yang ada PPIU yang akan mengalami kebangkrutan karena memang uangnya telah dibayarkan untuk komponen umrah seperti pesawat, hotel dan catering di Arab Saudi serta Visa,” jelas Syam di acara Milad Patuna ke-37 Jakarta, Minggu (8/3/2020),

Sudah dapat dipastikan calon jamaah tidak akan menerima 100 persen uangnya kembali. Saat ini ada 17 jamaah yang sudah membatalkan dan tidak ingin dijadwalkan ulang, memilih uangnya kembali.

“Kalau tetap memaksakan Refund misalkan saja untuk pembatalan saja terkena biaya 500 US dolar belum lainya ya paling tidak PPIU akan mengembalikan 90 persen itupun kalau ada cash flow perusahaan, pasalnya tidak semua perusahaan punya cash flow yang bagus yang bisa buat perusahaan bangkrut,” ungkap Syam.

Syam menegaskan kembali, yang paling baik Jamaah melakukan penjadwalan kembali keberangkatannya dan akan diprioritaskan tanpa ada biaya tambahan.

Sementara itu di tempat yang sama Direktur Bina Umrah dan haji Khusus Kementrian Agama , Muhamad Arfi Hatim mengatakan calon Jamaah Umrah tidak akan dirugikan akibat penundaan sementara pelaksanaan ibadah umrah. Pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya telah mengupayakan reschedule untuk calon jamaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

“Saya selalu mengingatkan kepada PPIU untuk melakukan Reschedule pelaksanaan ibadah umrah dan saya berharap para Jamaah mau dijadwal ulang melaksanakan ibadah umrah sehingga nanti begitu pemerintah Arab saudi mencabut penundaan pasti akan di berangkatkan. Para calon Jamaah tidak usah khawatir bahwa uang mereka tidak akan hilang,” terang Arfi Hatim

“Saya jamin uang calon jamaah umrah yang seharusnya berangkat tidak akan hilang karena ini keadaan force majeur,” ujar Arfi.

“Biro perjalanan harus serahkan bukti pembayaran yang telah mereka keluarkan, baik itu tiket, kontrak layanan di Saudi dan sebagainya, apabila memang tidak bisa 100 persen uang jemaah dikembalikan,” tandas Arfi.

”Sampai dengan hari ini ada 4800 jamaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi, di Makkah Almukaramah dan Madinah Al Munawwarah dan mereka semua harus sudah berada kembali ke Tanah air tanggal 15 Maret 2020, dan dari pihak Airline bertanggung jawab untuk menjemput mereka di Arab Saudi,” ungkap Arfi Hatim.

“Maskapai penerbangan termasuk Garuda Indonesia harus menjemput jamaah dari Jakarta ke Arab Saudi walaupun pesawat penjemputan itu dalam keadaan Kosong berangkat dari Bandara di Indonesia,” jelasnya.

Arfi Hatim juga minta pada para penyelenggara ibadah Umrah untuk tidak membuka pendaftaran umrah dalam kondisi penundaan ibadah umrah.

“Kementerian Agama telah meminta kepada PPIU untuk tidak menerima pendaftaran umrah karena memang belum ada kepastian pembukaan kembali pelaksanaan ibadah umrah dan agama pun melarang menjual janji dalam keadaan yang tidak pasti,” ujar Arfi.

Terlepas dari itu semua, Arfi juga menyampaikan harapan agar jemaah tetap memilih penjadwalan ulang, karena penghentian itu hanya bersifat sementara.

“Semua masih aman. Kami pastikan semua masih terkendali. Sehingga semua kebijakan yang kami ambil sejatinya berpihak kepada jemaah,” pungkas Arfi.

Mengenai jamaah umroh yang masih tertahan di Arab Saudi, Direktur Utama Garuda Indonesia – Irfan Setiaputra mengatakan Garuda tetap Komit untuk menjemput pulang Jamaah umrah yang memegang tiket Garuda.

“Kami tetap akan menjemput jamaah umrah yang memegang tiket Garuda di Arab Saudi sampai tanggal 15 Maret 2020 walaupun pesawat penjemputan itu dalam keadaan kosong berangkat dari Bandara di Indonesia ke Arab Saudi,” terang Irfan. (Reny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *