Nasional

Imbauan Social Distancing, Pengguna KRL Tetap Berdesakan

BisnisExpo.com Jakarta – Seperti diketahui, sebelumnya, PT Commuter Indonesia (PT KCI) melakukan penyesuaian operasional KRL yang diberlakukan pada Senin 23 Maret untuk mencegah penyebaran virus corona. Hal tersebut membuat jam operasional seluruh lintas atau rute KRL berubah pada pukul 06.00-20.00 WIB hingga dua pekan mendatang

Namun dari penyesuaian tersebut justru berimbas pada kepadatan penumpang terjadi di dalam KRL pada Senin pagi (23/3/2020). PT Kereta Commuter Indonesia kembali melakukan evaluasi atas penyesuaian jadwal operasional KRL Commuter Line. Dari hasil evaluasi tersebut, jadwal KRL akan kembali normal mulai pukul 15.00 WIB (23/3/2020) dan berlanjut normal hingga seterusnya. KRL akan kembali beroperasi dari pukul 04.00-24.00 WIB dan berlaku di 80 stasiun rute KRL.

Dengan adanya normalisasi jadwal ini, KRL tetap menghimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak.

Meskipun jadwal telah kembali normal namun masih terlihat kepadatan suasana di dalam gerbong KRL pada pagi hari ini kamis (26/3/2020) , masih banyak penumpang KRL yang masih harus berangkat kerja. Tampak penumpang masih saling berdesakan, selain itu tidak ada jarak yang diberlakukan seperti imbauan social distancing. Penumpang bahkan hanya mengenakan masker.

Meskipun anjuran dari pemerintah untuk melakukan aktifitas bekerja, belajar dan beribadah didalam rumah untuk memutus penyebaran virus corona. Kebijakan social distancing masih sulit diterapkan.

Sebelumnya PT kereta Commuter Indonesia telah melakukan upaya pencegahan virus corona khususnya pada commuter line. Upaya tersebut antara lain pembersihan lingkungan area stasiun dan kereta dan secara intensif, pengukuran suhu tubuh penumpang sebelum naik dan turun kereta dan menyediakan hand sanitizer di kereta dan stasiun.

Untuk saat ini di beberapa stasiun juga sudah mulai tersedia tempat cuci tangan selain di toilet. Selain itu PT. KCI dan PT. KAI menerapkan batas jarak sosial di didalam stasiun seperti memberi batasan tempat duduk, batas jarak antrian di loket dan ada petugas yang mengimbau memberi arahan untuk dapat mengisi gerbong yang masih kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *