Nasional Tekno

Badai Matahari Melumpuhkan Teknologi Manusia dan Gangguan Jaringan Satelit

BisnisExpo.Com Jakarta – Badai Matahari berkecepatan 1,8 juta kilometer per jam menghantam Bumi hari Minggu 2 Mei 2021.

Hantaman kuat ini akan menyebabkan gangguan terhadap jaringan satelit.

Peneliti mengatakan alasan badai Matahari ini muncul karena lubang di atmosfer Matahari mengeluarkan partikel ke ruang angkasa dengan kecepatan 500 kilometer per detik.

“Aliran partikel dari badai Matahari tersebut berada pada jalur hantaman langsung dengan Bumi, dan akan terjadi pada hari ini,” kata para ahli, dikutip dari Daily Star.

Para peneliti melebeli badai Matahari tersebut dengan kelas G1, di mana dapat menyebabkan fluktuasi jaringan listrik yang lemah dan memiliki dampak kecil pada operasi satelit.

Tetapi badai Matahari termasuk fenomena yang sering terjadi, sehingga tidak begitu berdampak besar bagi Bumi.

Meski begitu, ‘jilatan’ Matahari ini sepenuhnya dapat melumpuhkan teknologi manusia.

Dilaporkan, badai Matahari terakhir menghantam Bumi pada tahun 1989.

Dan ini menyebabkan pemadaman listrik di Quebec, Kanada.

Meskipun tidak mungkin untuk memprediksi kapan dan dimana badai Matahari, ahli tetap mengeluhkan kurangnya persiapan untuk mengantisipasi kerusakan lebih akibat fenomena ini.

“Dalam kasus terburuk, biaya langsung dan tidak langsung cenderung mencapai triliunan dolar dengan waktu pemulihan bertahun-tahun, bukan berbulan-bulan,” kata Perusahaan konsultan risiko Drayton Tyler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *