Gaya Hidup Nasional

IFC Malang Chapter Tampilkan Koleksi Yeti Topiah dan Berquinza by Ajeng Cahya

BisnisExpo.Com Jakarta – Mewakili IFC Malang Chapter yang merupakan road to Malang Fashion Week, dua desainer, Yeti Topiah dan Berquinza by Ajeng Cahya menampilkan koleksinya.

Saliba adalah sebuah koleksi by Yeti Topiah yang terinspirasi dari sebuah pasar 16 ilir yang ada di palembang. Pasar ini merupakan pasar terbesar dan bersejarah yang ada di Palembang. Setiap harinya pasar ini tak pernah sepi pengunjung, pertokoan makin ramai, bahkan badan jalan di sekitar pasar 16 pun digunakan pedagang untuk berjualan.

Desainer ingin membuat koleksi dengan konsep pasar 16 ilir Palembang karena pasar menggunakan warna bangunan yang menarik dan bentuk yang unik. Busana ini dibuat dengan tema essentiality atau memiliki arti berfikir bagaimana fungsi dan minimalis busana ini dibuat dengan kesan clean, dan modern. warna yang diterapkan pada busana didapatkan dari warna coklat yang ada di sebelah pasar 16 ilir, dan warna-warna yang ada di bangunan pasar 16 ilir.

Koleksi berkonsep ready to wear yang dapat dipadupadankan overall, dress dan outer. Berbahan linen dan penggunaan potongan model H line dan A line yang didapat dari bentuk bangunan yang diterapkan sesuai design simetris membuat tampilan menjadi feminim dan simpel. Untuk outfit dengan tiga pilihan warna untuk outfit merah, coklat, biru muda.

Designer Ajeng Cahaya tampilkan koleksi ‘Sampai Langit’ yang terinspirasi dari Kerusakan bumi yang semakin parah, banyaknya sampah yang sangat mengganggu keseimbangan alam menginspirasi designer dalam membuat koleksi ini.

Selayaknya kita menjadi manusia yang bertanggung jawab, peduli lingkungan dan ikut berperan dalam menjaga dan memelihara bumi. Tidak seharusnya kita hanya mengeksploitasi, merusak dan mengambil manfaatnya saja. Berbuatlah ihsan pada alam semesta tanpa batas waktu.

Desainer ingin ikut berperan serta dalam menyelamatkan bumi dengan memanfaatkan sisa-sisa kain produksi menjadi sebuah koleksi yang bernilai lebih.

Konsep Ready to Wear, tampil feminine Casual dengan potongan A line, H line berbahan kain linendan kain perca sisa produksi. Menggunakan warna hitam menggambarkan bumi yang semakin rusak & full color, gambaran dari banyaknya tangan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *