Nasional Tekno

Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi di Bidang Siber dan Keamanan

BisnisExpo.Com Jakarta – Indonesia dan Inggris melakukan kolaborasi di bidang strategi siber. Pertemuan bilateral keduanya berlangsung dalam UK Cyber Dialogue yang dilakukan saat Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss berkunjung ke Indonesia dan menemui Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) beberapa waktu lalu.

Kolaborasi strategi siber itu meliputi, pencegahan kejahatan dunia maya, perlindungan Critical National Infrastruture (CNI) dan kemitraan dengan industri serta kolaborasi akademis.

Saat ini, Indonesia dan Inggris sudah memulai dialog bilateral pertama untuk menyusun strategi yang efektif dalam memerangi kejahatan dunia maya dan memperkuat kerja sama Indonesia-Inggris.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, mengatakan, Indonesia dan Inggris juga semua negara modern, tengah menghadapi jumlah pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.

“Pelaku kejahatan negara dan penjahat siber menargetkan individu, usaha kecil dan menengah, serta organisasi besar dengan penipuan terkait COVID-19 dan email phishing,” kata Owen Jumat (12/11/2021).

“Dalam konteks pandemi COVID-19, dampak serangan siber ini berpotensi mengancam nyawa karena mengganggu dan menekan organisasi dan individu yang bekerja keras untuk menyelamatkan hidup,” sambungnya.

Owen mengakui bahwa Inggris senang dapat bekerja sama dengan Indonesia, terlebih Indonesia sudah memiliki industri dan aplikasi teknologi yang luar biasa.

“Kami ingin melihat ini berkembang menjadi global. Melalui kerjasama Cyber UK-Indonesia, kami berhasil membuat ekosistem digital kami lebih aman, menguntungkan semua orang Indonesia, bisnis, dan pemerintah, serta memperkuat hubungan Inggris-Indonesia,” tambah Owen.

Sementara itu, Kepala BSSN Hinsa Siburian berharap, dengan adanya agenda Indonesia-UK Cyber Dialogue yang pertama akan menghasilkan pemikiran dan gagasan yang dapat diimplementasikan dalam meningkatkan kerja sama di bidang keamanan siber.

“Guna mendukung hubungan yang lebih erat antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Inggris serta mendorong terwujudnya keamanan dan stabilitas siber bagi suatu negara yang terbuka, aman, dan damai di tingkat global,” ujar Hinsa.

Perlu diketahui, saat ini Inggris menduduki peringkat nomor 1 dalam Cyber Security Index (Indeks Keamanan Siber) dari badan PBB terkait teknologi komunikasi, ITU.

Inggris memiliki pasar keamanan siber terbesar dan paling mudah diakses di Eropa dan menjadi rumah bagi 19 Pusat Akademis Universitas Unggulan dalam Riset Keamanan Siber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *