BISNIS EXPO – Exabytes Indonesia menggelar forum “Digital Workplace 2.0: How Lark Transforms Company Workflows” untuk membahas transformasi sistem kerja di era digital. Forum ini mempertemukan pemimpin bisnis, praktisi teknologi, serta profesional lintas industri guna membahas cara membangun lingkungan kerja digital yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan efisien.
Seiring percepatan transformasi digital, banyak organisasi menghadapi tantangan berupa fragmentasi workflow akibat penggunaan berbagai aplikasi kerja yang tidak saling terintegrasi. Kondisi ini kerap menimbulkan silo komunikasi, memperlambat koordinasi tim, serta berdampak pada menurunnya produktivitas organisasi.
“Selama transformasi digital, banyak organisasi justru menambahkan lebih banyak tools, meeting, dan integrasi yang kompleks. Akibatnya, kecepatan dan efisiensi kerja bisa berkurang. Kadang yang dibutuhkan adalah satu platform yang mampu menyesuaikan dengan budaya kerja perusahaan,” ujar Indra Hartawan, Vice President & Country Manager Exabytes Indonesia.
Dalam forum ini turut dibahas solusi digital workplace seperti Lark, platform kolaborasi yang dikembangkan oleh ByteDance. Platform tersebut mengintegrasikan komunikasi tim, kolaborasi dokumen, video meeting, serta manajemen workflow dalam satu ekosistem kerja terpadu.
Diskusi juga menghadirkan sejumlah praktisi industri, di antaranya Lionel A. (Global Partner Sales Manager Lark), Bobby Candra Gunawan (CEO & Co-Founder Onero Solutions), serta Cesar Ramdhani (IT Practitioner), yang berbagi pengalaman mengenai penerapan sistem kerja digital di berbagai organisasi.
Menurut Indra, lingkungan kerja modern kini semakin mengarah pada pola kerja asynchronous yang membutuhkan sistem kolaborasi digital yang transparan dan terdokumentasi dengan baik.
Melalui forum ini, Exabytes Indonesia berharap dapat mendorong lebih banyak organisasi mengadopsi digital workplace yang lebih terintegrasi guna meningkatkan produktivitas serta mempercepat inovasi di era ekonomi digital.


