BISNIS EXPO – Pameran industri laboratorium terbesar di Indonesia, Lab Indonesia 2026, kembali digelar pada 15–17 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Memasuki edisi ke-8, ajang dua tahunan ini hadir dengan skala yang lebih besar dan menghadirkan berbagai inovasi teknologi laboratorium dari dalam dan luar negeri.
Pameran ini akan menempati area seluas lebih dari 14.500 meter persegi, dengan partisipasi lebih dari 300 perusahaan (exhibitor) dan target sekitar 15.000 pengunjung profesional. Lab Indonesia 2026 mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness.”
Hadirkan Ratusan Perusahaan Global
Lab Indonesia 2026 akan diramaikan oleh perusahaan dari 16 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Jerman, hingga Singapura. Empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia juga dipastikan berpartisipasi.
Partisipasi global ini menjadikan pameran sebagai salah satu platform strategis untuk mempertemukan pelaku industri laboratorium, mulai dari produsen alat hingga penyedia solusi teknologi.
Menurut penyelenggara dari PT Pamerindo Indonesia, tingginya minat peserta internasional mencerminkan meningkatnya peran Indonesia dalam industri laboratorium global.
Tampilkan Teknologi dan Solusi Terkini
Berbagai sektor teknologi akan ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari laboratory instruments, scientific equipment, hingga solusi quality assurance dan quality control. Selain itu, inovasi di bidang bioteknologi, pengujian lingkungan, serta pengujian farmasi juga menjadi sorotan utama.
Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri terhadap sistem laboratorium yang lebih presisi, efisien, dan sesuai standar internasional.
Lengkapi dengan Forum dan Program Bisnis
Tak hanya pameran, Lab Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai program pendukung seperti LabForum (International Scientific Conference) dan LabTalk (Technical Seminar & Workshop). Program ini menjadi wadah diskusi bagi pelaku industri, akademisi, dan regulator.
Selain itu, program One to One Business Matching kembali dihadirkan untuk membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis antar pelaku industri.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, program ini berhasil mencatat lebih dari 720 pertemuan bisnis, menunjukkan tingginya minat terhadap peluang kolaborasi.
Dorong Kolaborasi dan Daya Saing
Dengan mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara, Lab Indonesia 2026 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi global sekaligus mendorong daya saing industri laboratorium nasional.
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menilai pameran ini juga berperan sebagai wadah untuk memperbarui perkembangan teknologi dan standar laboratorium.
Melalui penyelenggaraan ini, Lab Indonesia tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga platform strategis dalam mendorong inovasi, transfer teknologi, serta penguatan ekosistem laboratorium di Indonesia.


