Bisnis Keuangan

Rupiah Lanjutkan Pelemahan, Investor Cermati Arah Kebijakan BI

BISNIS EXPO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di zona merah pada perdagangan pagi hari, Kamis (18/6/2026). Pelemahan terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia serta perkembangan sentimen global.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.22 WIB, rupiah di pasar spot melemah 100 poin atau 0,56% ke level Rp17.862 per dolar AS. Sehari sebelumnya, Rabu (17/6/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 37 poin atau 0,21% di posisi Rp17.762 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada pagi ini terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,01%, dolar Singapura naik 0,05%, dolar Taiwan menguat 0,05%, rupee India naik 0,79%, dan baht Thailand menguat 0,09%.

Sebaliknya, dolar Hong Kong melemah 0,01%, won Korea Selatan turun 0,61%, peso Filipina melemah 0,27%, yuan China turun 0,05%, serta ringgit Malaysia terkoreksi 0,57%.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil RDG Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026.

Pertemuan tersebut menjadi sorotan setelah Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan lanjutan bank sentral. Sejumlah analis menilai BI masih akan memprioritaskan stabilitas nilai tukar di tengah tingginya volatilitas pasar global dan meningkatnya preferensi investor terhadap aset berdenominasi dolar AS.

Selain menunggu keputusan BI, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global dan arus modal asing yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. Dengan kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini