Bisnis Nasional

Ekspor Kelapa Olahan Sasa ke Turkiye Mulai 2027, Ini Nilainya

BISNIS EXPO – PT Sasa Inti memperkuat strategi ekspansi internasional dengan menjalin kemitraan perdagangan bersama Zafer Global Gida San. Dış Tic. Ltd. Şti., perusahaan perdagangan internasional asal Turkiye. Kerja sama ini memiliki nilai komitmen bisnis sebesar US$1 juta untuk pasokan produk kelapa parut kering rendah lemak atau Low-Fat Desiccated Coconut (LFDC).

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.

Pasokan produk dalam kerja sama ini direncanakan mulai berjalan pada 2027. Bagi Sasa, kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan bisnis sekaligus meningkatkan penetrasi produk olahan kelapa Indonesia di pasar internasional.

Peluang ekspansi ini didukung oleh posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan kelapa dunia. Berdasarkan laporan Outlook Komoditas Kelapa 2025 dari Kementerian Pertanian, Indonesia menguasai 24,90% pangsa ekspor kelapa kering dunia selama periode 2019–2023 dan menempati posisi kedua sebagai eksportir terbesar.

Kinerja ekspor Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2023, volume ekspor kelapa kering nasional berhasil melampaui Filipina, yang sebelumnya memimpin selama enam tahun berturut-turut.

Di sisi permintaan, Turkiye menjadi salah satu pasar potensial bagi produk kelapa parut kering. Negara tersebut tercatat mengimpor rata-rata sekitar 17 ribu ton produk tersebut per tahun, memberikan peluang bagi produsen Indonesia untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat perdagangan bilateral.

Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, mengatakan kerja sama dengan Zafer Global Gida menunjukkan kepercayaan mitra internasional terhadap kapabilitas perusahaan dalam menyediakan produk pangan berkualitas.

Menurut Agus, Sasa memanfaatkan kelapa pilihan dari Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, sebagai bahan baku produk LFDC yang dipasarkan ke luar negeri. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui pengolahan industri.

“Kerja sama dengan Zafer Global Gida mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Sasa, yang telah membangun posisi kuat di pasar domestik melalui Sasa Santan kemasan 65 ml berkualitas dan kini terus memperluas jangkauan ke pasar internasional melalui ekspor Low-Fat Desiccated Coconut,” ujar Agus.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya memperluas akses Sasa ke pasar global, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri kelapa Indonesia.

Sementara itu, Sales and Purchasing Director Zafer Global Gida, Veysel Cüneyt Özlen, menilai Sasa memiliki pengalaman dan keahlian yang dapat mendukung pengembangan hubungan perdagangan jangka panjang antara kedua perusahaan.

“Kami melihat Sasa sebagai mitra tepercaya yang memiliki keahlian yang kuat di industri makanan. Kemitraan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Turkiye dan Indonesia,” kata Veysel.

Ia optimistis kerja sama yang direncanakan mulai 2027 tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Sasa sendiri telah beroperasi lebih dari lima dekade dan mengekspor produk ke berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, Asia Timur, Australia, Afrika, hingga Amerika Serikat. Jaringan ekspor tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk memperluas bisnis ke pasar baru.

Dalam mendukung aktivitas perdagangan internasional, Sasa menerapkan standar mutu dan keamanan pangan, antara lain FSSC 22000 V6, ISO 22000, ISO 9001, HACCP, serta sertifikasi halal BPJPH.

Melalui kesepakatan dengan Zafer Global Gida, Sasa memperluas peluang pertumbuhan bisnis berbasis komoditas lokal. Kerja sama ini juga mencerminkan potensi industri pengolahan kelapa nasional untuk meningkatkan nilai ekonomi produk perkebunan melalui ekspor dan kemitraan strategis lintas negara.