Nasional Tekno

MTDL: Tren Cloud Menjadi Salah Satu Pendorong Pendapatan Recurring

BisnisExpo.com Jakarta ‐ PT Metrodata Electronics Tbk (“MTDL” atau Perseroan), emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”) khususnya di bidang solusi digital serta distribusi hardware dan software, terus berupaya meningkatkan pendapatan recurring (berulang) di unit bisnis Solusi dan Konsultasi. Pendapatan recurring tersebut di antaranya adalah software subscription, maintenance contract, cloud infrastructure, rental / sewa perlengkapan IT, dan managed services.

Susanto Djaja selaku Presiden Direktur MTDL, dalam Paparan Publik yang dilaksanakan secara virtual pada hari ini menjelaskan, “Sebelumnya di tahun 2016 MTDL hanya memiliki pendapatan recurring pada unit Bisnis Solusi & Konsultasi sebesar 30%, namun saat ini sudah bertumbuh menjadi 40%. Kedepan, MTDL akan meningkatkan pendapatan recurring hingga 50% di unit Bisnis Solusi dan Konsultasi. Salah satu pendorong pendapatan recurring adalah diminatinya Solusi Cloud yang saat ini banyak dibutuhkan di masa pandemi Covid‐19 dengan adanya penerapan Work From Home (WFH). MTDL ingin menjadi digital transformation enabler bagi para pelaku bisnis dengan menawarkan tren‐tren terbaru, salah satunya sebagai reseller dan implementer untuk Cloud Services.”

Cloud Services merupakan salah satu bagian dari delapan pilar Solusi dan Konsultasi MTDL, yang ditawarkan melalui anak usaha MTDL, PT Mitra Integrasi Informatika (“MII”). Solusi Cloud ini, di antaranya berupa layanan penyimpanan data berbasis internet yang dapat memberikan kecepatan dan kemudahan bagi para pelanggan, dimana dengan adanya penerapan PSBB, para pelaku industri dituntut secara cepat untuk melakukan shifting dari operasional yang awalnya di area perkantoran menjadi WFH.

Rangkaian Cloud Infrastructure yang ditawarkan MTDL mulai dari platform private & multi cloud hingga public cloud. Adapun saat ini, Cloud Services yang sudah menjadi partner Metrodata adalah Microsoft Cloud, Amazon Web Service (AWS), dan Google Cloud Platform.

Sjafril Effendi selaku Direktur MTDL sekaligus Presiden Direktur MII menjelaskan, “Cloud Services seperti: IaaS (Infrastructures as a Services), PaaS (Platform as a Service) dan SaaS (Software as a Services), adopsi dan perkembangannya bertumbuh pesat selama tahun 2020 ini. Kami perkirakan akan makin banyak industri yang memanfaatkan teknologi Hybrid Cloud terutama di Industri Telekomunikasi, Financial Services, Fast Moving Consumer Goods, serta Pharmaceutical. Sedangkan MTDL disamping itu juga membantu dan fokus bagi perusahaan Start‐up & Unicorn seperti Marketplace, E‐commerce dan FinTech, yang akan memindahkan Cloud Data Center mereka dari luar negeri ke Indonesia karena biayanya dalam mata uang Rupiah dan Latency yang lebih rendah sehingga performance akan lebih meningkat.”

Dari sisi unit bisnis Distribusi, MTDL juga fokus pada tren Cloud, Gaming, dan Security, serta terus memenuhi kebutuhan produk‐produk TIK, mulai dari Notebook, PC, Smartphone dan produk Collaboration Solution. Ke depan, unit bisnis Distribusi akan terus mengembangkan digital platform business, yaitu E‐commerce B2B, Cloud Distribution, Electronic Software Distribution, Vendor Branded Store API, B2B2C API, Offline to Online, dan B2G Platform.

Untuk B2B2C API, saat ini MTDL sedang merencanakan dan mempersiapkan platform untuk memfasilitasi partner atau dealer untuk berjualan di marketplace melalui platform yang terhubung dengan MTDL, dimana nantinya MTDL yang akan melakukan pengiriman barang (dropship).

Sebagai informasi, pada Kuartal III‐2020 laba bersih MTDL bertumbuh sebesar 3,43% YoY atau menjadi sebesar Rp267,7 Miliar. MTDL memperkirakan pendapatan di tahun 2020 mencapai sekitar Rp14 Triliun atau lebih rendah dibandingkan tahun 2019, sebagai dampak dari pandemi yang menyebabkan market yang menurun, keterbatasan persediaan untuk beberapa produk IT, serta banyak dealer tutup di masa PSBB ketat di Kuartal II‐2020.

Namun demikian, dengan meningkatnya penjualan di Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi serta berkurangnya persaingan harga akibat terbatasnya persediaan di unit bisnis Distribusi, maka hal ini menghasilkan margin laba yang lebih baik bagi MTDL. Untuk itu, MTDL memperkirakan dapat mencapai laba bersih tahun 2020 yang hampir serupa kn dibandingkan dengan tahun 2019, yaitu sekitar Rp350 Miliar.

“Oleh karena itu, dengan terus memperlengkapi layanan MTDL baik di unit bisnis Distribusi maupun Solusi dan Konsultasi, diharapkan kinerja MTDL dapat terus bertumbuh positif. Salah satu strateginya adalah dengan memperkuat delapan pilar Solusi dan Konsultasi MTDL,” tutup Susanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *