BISNIS EXPO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (30/3/2026), mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Pada sesi I, IHSG tercatat turun 76,52 poin atau 1,08% ke level 7.020,53, setelah sempat bergerak dalam rentang 6.988 hingga 7.024.
Aktivitas perdagangan di awal sesi menunjukkan volume transaksi mencapai 889,22 juta saham dengan nilai Rp 808,19 miliar dari 99.137 kali transaksi. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 366 saham mengalami penurunan, sementara hanya 137 saham yang menguat dan 180 saham lainnya stagnan.
Secara teknikal, tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat. Reliance Sekuritas menilai pergerakan indeks menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan. Pola candlestick terakhir membentuk black spinning top di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek (MA5), sementara indikator stochastic menunjukkan dead cross di area oversold.
“Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan,” tulis Reliance Sekuritas dalam riset hariannya. Pergerakan indeks diproyeksikan berada pada kisaran support 7.022 dan resistance 7.148
Meski pasar secara umum tertekan, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Saham PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) memimpin penguatan dengan lonjakan 25,18% ke level Rp 174. Disusul PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang naik 18,23% ke Rp 2.400, serta PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) yang menguat 15,53% ke Rp 238.
Selain itu, saham PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) naik 11,03% ke Rp 1.460 dan PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menguat 10,59% ke Rp 94.
Reliance Sekuritas turut merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar, antara lain BRMS, ELSA, ANTM, dan BREN, di tengah peluang perdagangan jangka pendek.
Pelemahan IHSG di awal pekan ini menandakan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati. Investor disarankan tetap mencermati dinamika global dan indikator teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.


