Nasional

Anies Pastikan SeluruhTenaga Pendidik Sudah Divaksin

BisnisExpo.Com Jakarta – Gubernur Jakarta, Anies Baswedan memastikan seluruh tenaga pendidik di Ibukota telah selesai menjalani vaksinasi. Meski demikian, menurutnya keselamatan tetap menjadi hal yang paling diutamakan dalam pembukaan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di situasi pandemi.

“Kalau guru sudah semua. Murid yang… data enggak bawa, nanti ada persentasenya. Kalau murid SMA dan Madrasah Aliyah angkanya cukup tinggi kemarin,” ungkap Anies di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

“Tetapi prinsipnya bahwa keselamatan menjadì yang paling utama. Walaupun kita sudah mendengar bahwa di dalam status level 3 sekolah bisa mulai berkergiatan, tapi tetap keselamatan nomor satu,” tuturnya menjelaskan.

Anies menyebutkan panduan pelaksana PTM nanti akan memuat pengaturan berbagai hal. misalnya, vaksinasi dan protokol kesehatannya.

Anies menegaskan pengaturan lengkapnya akan segera diumumkan oleh pihaknya dalam waktu dekat.

“Jadi nanti ada soal vaksinai, soal prokes, itu semua nanti ada ketentuannya,” jelas Anies.

“Jadi gini, sekolah tatap muka ini kita akan sampaikan secara lengkap. Saya tidak ingin informasi separo-separo. Nah, sekaramg Dinas Pendidikan sedang memfinalnya semua ketentuan detailnya. Nanti ketika disampaikan memang sudah lengkap,” tambahnya melengkapi.

Dimulai Minggu Depan

Secara terpisah, Kasubag Humas Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taga Radja mengatakan pembukaan sekolah tatap muka ini akan dimulai secara terbatas pada 30 Agustus 2021 mendatang. Pembukaan akan fokus pada sekolah yang sejak bulan lalu telah melakukan uji coba PTM.

Total menurutnya ada sebanyak 610 sekolah yang akan melakukannya.

“610 sekolah, itu yang kemarin, digabungkan semuanya, mulai piloting pertama kali 85 sekolah, lalu ditambah lagi. Diperkirakan ada 610 yang PTM terbatas, mudah2an tidak berubah minggu depan, mulai senin,” ungkap Taga kepada wartawan, Rabu (25/8/2021).

Lebih lanjut Taga menyampaikan pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipasi. Pemprov menurutnya akan menutup kegiatan sekolah tatap muka bila terjadi penularan kasus Covid-19 diantara peserta didik.

Sesuai ketentuan, sekolah tersebut bakal ditutup selama 3 hari lamanya.

“Manakala terjadi anak terindikasi terpapar, berdasarkan Pergub 3 Tahun 2021, sekolah tersebut ditutup 3×24 jam, tiga hari,” kata Taga.

“Kemudian dilakukan swab atau antigen mereka yang sempat melakukan kontak. Setelah semuanya dinyatakan bersih, baru sekolah dibuka kembali,” Jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali hingga 30 Agustus mendatang.

Level Status PPKM di Jakarta turun dari 4 ke 3. Sementara kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka menjadi salah satu yang diperbolehkan dalam daerah yang berstatus PPKM Level 3, tentunya dengan sejumlah ketentuan.

Kemudian dalam Kepgub terbaru Anies soal PPKM Level 3 mengatur sekolah tatap muka terbatas di Jakarta diperbolehkan digelar 50 persen. Namun ada pengecualian, mulai SDLB hingga PAUD.