Nasional

Kabupaten Bogor Belum Berani Lakukan Sekolah Tatap Muka

BisnisExpo.Com Bogor – Meskipun sudah diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka, namun pihak Dinas Pendidikan maupun kantor cabang dinas wilayah I pun belum melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) karena masih fokus pada vaksinasi khusus pelajar.

“Kami baru mau rapat nanti hari Jumat. Karena, persiapan sekolah harus dikontrol dulu. Dulu kan sudah dilaksanakan PTM terbatas,” kata Sekdisdik Kabupaten Bogor Hartono Anwar ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/8/2021).

Dirinya mengatakan, pihaknya harus rapat dulu dengan Dinkes serta perwakilan komite terlebih dahulu agar persiapan pun matang.

“Keputusannya Senin. Nanti dilaporkan ke Bupati sekaligus sekolah yang sudah mengajukan. Itu harus ada, kita lihat sudah siap apa belum sarana 3M,” katanya.

Selain itu ia menambahkan, kalau SOP tergantung sekolah. Misal kelas berapa dulu nanti akan sekalian dibahas. Karena, paling utama itu ada izin dari orang tua murid.

“Hampir semua nanti. Apalagi swasta sudah berkali-kali mau mengajukan. Saat ini untuk SMP 718 dengan swasta, SD 1.843 dan PAUD ada 2.000 kurang lebih,” cetusnya.

Sampai saat ini masih berpatokan pada SK Bupati. Disdik belum mengeluarkan surat edaran.

“PTM paling lama paling 2 jam doang. Pelajaran intinya saja dan tidak full, lewati waktu istirahat. Mungkin sampai jam 12.00 WIB,” tambahnya.

Senada dikatakan, Kasi Pengawasan Kantor Cabang Wilayah I Ridwan Mujani menjelaskan, saat ini lagi gencarnya vaksin dulu dan belum mengarah ke kegiatan PTM.

“Keputusan bupati PTM bisa dilaksanakan, tapi kalau tingkat SMA sederajat menunggu arahan KCD dari provinsi supaya selaras aturannya,” kata Ridwan.

Karena kata dia ketika digelar PTM dan vaksin masih tetap berjalan akan menyita waktu juga.

“Sekarang fokus ke vaksin dulu 100 persen supaya tidak memakan waktu baik guru maupun murid,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sampai saat ini SMA sederajat belum PTM terbatas, walaupun sudah ada keputusan bupati.

“Total untuk tingkat SMA dan SMK kurang lebih ada 520 sekian Negeri swasta,” pungkasnya.