Nasional

PON ke-XX, Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan

BisnisExpo.Com Jakarta – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua kian dekat. Aparat TNI-Polri segera menyiapkan strategi pengamanan agar hajatan olahraga berjalan aman.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya mengatakan seluruh jajaran TNI dan Polri diminta untuk segera menyiapkan strategi pengamanan yang tepat. Agar perhelatan pesta olahraga nasional ini berjalan aman, damai dan lancar dari segala bentuk gangguan.

“Strategi pengamanan di seluruh arena olahraga PON ke-XX Papua, harus dipersiapkan personel keamanan di ring satu, dua dan tiga. Maksimalkan kekuatan yang ada,” kata dikutip laman resmi Polri, Minggu (29/8).

Hal tersebut diutarakan Sigit usai bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Zainudin Amali meninjau venue pertandingan di Mimika, Papua, Sabtu (28/8).

Selain itu, eks Kabareskrim Polri itu menekankan, diperlukan persiapan langkah luar biasa terkait pelaksanaan PON ke-XX. Strategi penanganan dan pengendalian virus corona untuk seluruh pihak terkait, harus dilakukan sejak keberangkatan, ketika tiba, dan saat menetap ketika menjalani pertandingan.

Untuk peserta yang hendak berangkat mengikuti PON, harus melakukan tes COVID-19 dalam waktu dua atau tiga hari sebelum perjalanan.

“Kurangi kontak fisik dengan orang lain selama 14 hari sebelum keberangkatan. Siapkan daftar nama orang yang kontak erat untuk divalidasi oleh petugas COVID-19 PB PON XX. Laksanakan protokol kesehatan sesuai rekomendasi Kemenkes, termasuk mengganti masker setiap hari atau masker kain dilapis 2 atau 3,” ucap Kapolri.

Saat atlet dan official tiba di Papua, Sigit mendorong Forkopimda aktif memastikan penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Menyerahkan hasil tes COVID-19.

Selanjutnya ketika menetap untuk mengikuti pertandingan, Kapolri meminta agar melakukan pengawasan ekstra ketat. Diantaranya, membatasi aktivitasi atau hanya sebatas menjalani tugas dan peran. Mematuhi protokol kesehatan yang diatur. Lalu, wajib lapor kondisi kesehatan melalui aplikasi pelaporan kesehatan PB PON XX atau ke dokter kontingen masing-masing.

“Bila dianggap perlu maka akan dilaksanakan tes COVID-19. Akan dilakukan tes COVID-19 secara reguler selama PON berlangsung, sesuai tugas dan peran masing-masing. Jika hasil tes positif maka akan dilakukan isolasi mandiri atau dirujuk ke RS sesuai pedoman Kemenkes. Akan dilaksanakan tracing terhadap kontak erat,” terangnya.

Mantan Kapolda Banten ini juga mendorong Forkopimda Mimika untuk tetap melakukan strategi pengadilan COVID-19, yakni prokes ketat 3M, penguatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) serta akselerasi program vaksinasi massal.

Sigit menginstruksikan kepada personel TNI-Polri untuk membantu atau bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk melakukan akselerasi vaksinasi massal. Tujuannya, agar mempercepat target dari Pemerintah untuk mewujudkan Herd Immunity terhadap virus corona.

Strategi dan mempercepat vaksinasi di Papua, Sigit menyebut, bakal menyiapkan tempat vaksin di sekolah-sekolah untuk menyasar target siswa dan orang tua murid. Serta, di tempat-tempat ibadah untuk para masyarakat. Bahkan, nantinya, percepatan vaksinasi juga akan door to door sampai ke distrik atau kampung.

“Untuk mengurangi risiko penularan dan kematian akibat COVID-19, TNI-Polri bersama Pemda terus melakukan akselerasi vaksinasi. Untuk mencapai target tersebut diperlukan sinergisitas TNI-Polri dan Pemda serta seluruh elemen masyarakat. Dalam menyiapkan strategi vaksinasi diantaranya, serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi, vaksinasi mobile, dan door to door, ketika stok vaksin datang dalam jumlah besar,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *