Keuangan Nasional

Penguatan Dolar Bayangi Harga Sembako di Sangihe, Warga Mulai Resah

BISNIS EXPO – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Sebagai wilayah kepulauan yang sebagian besar kebutuhan pokoknya dipasok dari luar daerah, pelemahan rupiah dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga barang dan menurunkan daya beli masyarakat.

Kekhawatiran tersebut mulai dirasakan para pedagang di Pasar Tradisional Towo’e Tahuna. Mereka mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga pasokan dari distributor apabila nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS.

Menurut para pedagang, kenaikan kurs dolar biasanya berpengaruh pada biaya distribusi dan harga barang dari daerah pemasok. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan harga jual di tingkat konsumen.

“Kalau kurs dolar terus naik, biasanya harga barang dari distributor juga ikut naik. Kami berharap tidak sampai terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujar Andika, pedagang sembako di Pasar Towo’e Tahuna, Kamis (5/6/2026).

Tidak hanya pedagang, masyarakat juga mulai mengkhawatirkan dampak pelemahan rupiah terhadap kebutuhan sehari-hari. Mereka menilai kenaikan harga bahan pokok akan semakin membebani ekonomi rumah tangga yang saat ini sudah menghadapi berbagai tekanan biaya hidup.

“Yang kami takutkan harga beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan sehari-hari lainnya ikut naik. Saat ini saja kebutuhan rumah tangga sudah cukup berat,” kata Andika.

Selain sektor pangan, pelemahan rupiah juga berpotensi memengaruhi sektor kesehatan. Ketergantungan industri farmasi terhadap bahan baku impor membuat perubahan nilai tukar dapat berdampak pada biaya produksi dan distribusi obat-obatan serta alat kesehatan.

Di sektor lain, berbagai produk elektronik seperti telepon genggam, komputer, hingga peralatan rumah tangga diperkirakan berpotensi mengalami penyesuaian harga apabila penguatan dolar AS berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Meski demikian, sebagian pelaku usaha melihat adanya peluang di tengah situasi tersebut. Penguatan dolar dinilai dapat memberikan keuntungan bagi sektor perikanan yang berorientasi ekspor karena nilai hasil penjualan ke luar negeri akan meningkat ketika dikonversi ke dalam rupiah.

“Kami berharap ada dampak positif bagi sektor ekspor perikanan, tetapi pemerintah juga harus memastikan masyarakat tetap terlindungi dari kenaikan harga kebutuhan pokok,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi barang ke wilayah perbatasan serta kepulauan tetap berjalan lancar.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, warga Kepulauan Sangihe berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat tidak semakin tergerus. Stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan tetap berjalan normal.