Gaya Hidup

Mengenal Gangguan Telinga Dan Pendengaran

BisnisExpo. Com Jakarta – Telinga merupakan indera pendengar sehingga kita bisa mendengar suara disekitar kita dan bereaksi terhadapnya, mengetahui arah sumber suara dan menjaga diri dari hal-hal yang mengancam diri seperti ancaman kecelakaan lalulintas dan lainnya.

Kehilangan gangguan pendengaran di salah satu atau kedua pendengaran bisa mengakibatkan masalah di orang dewasa seperti dalam berkomunikasi, emosional, dan hubungan sosial. Untuk anak-anak dapat mempengaruhi nilai akademik/prestasi belajar serta gangguan perkembangan wicara.

Ada beberapa macam gangguan pendengaran:
• Tulu sejak lahir , merupakan ketulian yang terjadi pada seorang bayi disebabkan faktor yang mempengaruhi kehamilan maupun saat lahir seperti adanya:

Riwayat keluarga/keturunan, kelainan struktur kepala dan leher.

Infeksi saat hamil antara lain: Toxoplasma, Rubella, Cytomegalivirus, Herpes simplex, Sifilis.

Bayi Lahir prematur, dapat dilakukan pecegahan selama kehamilan jangan minum obat sembarangan, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu serta kontrol kehamilan secara rutin ke dokter.

Untuk penanganannya pada usia 3 bulan sudah dilakukan pemeriksaan, dimulai pada usia 6 bulan seperti pemberian alat bantu dengar, membantu anak dalam proses pengenalan dan belajar berbicara.

• Sumbatan pada Telinga akibat adanya kotoran/ serumen, dimana faktor resiko terjadinya karena faktor Usia, pekerjaan, aktifitas membersihkan telinga, lingkungan, genetik dan lubang telinga sempit, dasar lubang telinga yang lebih datar.
Dalam masalah ini bisa dideteksi pada anak sekolah dasar dan sederajat yang memiliki kecenderungan telinga tersumbat serumen, yang dapat dilakukan pemeriksaan ke faskes minimal 1 tahun sekali, dan jangan coba untuk dikeluarkan bila keras, segera rujuk ke dokter.

• Otitis Media Supuratif Kronik/ Congek, terjadi akibat infeksi telinga tengah yang kronis sehingga gendang telinga sobek dan cairan keluar, biasanya sering terjadi pada anak-ank, gizi kurang, lingkungan yang tidak higenis, alergi dan kebersihan telinga, pencegahannya dapat dilakukan seperti bila sakit batuk, pilek, segera berobat,jaga kesehatan dan perbaikan gizi.

• Gangguan pendengaran akibat bising (GPAB), gangguan yang diakibatkan terpaparnya bising terus menerus dalam jangka lama, biasanya disebabkan oleh bising lingkungan kerja(bandara,bengkel, pabrik, pelabuhan,jalan raya, dll). Cegah dengan hidari lingkungan yang bising, gunakan alat pelindung telinga, kurangi kontak denga bising, batasi volume penggunaan suara sekitar 50-60%
walkman max 1jam sehari dan periksa secara berkala.

• Presbikusis, yaitu tuli saraf pafa usia lanjut akibat proses degenerasi organ pendengaran. Untuk upaya penangannya dengan pola hidup sehat, gunakan alat bantu dengar dan berkomunikasi, bicara perlahan -lahan agar artikulasi jelas, tak perlu dengan suara keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *